Pengertian Tax Planning

Header Menu

Pengertian Tax Planning

Admin

Accounting MediaPerencanaan Pajak (Tax Planning) merupakan proses merekayasa usaha dan transaksi Wajib Pajak (WP) agar utang pajak berada dalam jumlah yang paling minimal, tetapi masih dalam bingkai peraturan perpajakan. Namun demikian, perencanaan pajak juga dapat diartikan sebagai perencanaan pemenuhan kewajiban perpajakan secara lengkap, benar, dan tepat waktu sehingga dapat secara optimal menghindari pemborosan sumber daya.

Pada tahap perencanaan pajak ini, dilakukan pengumpulan dan penelitian terhadap peraturan perpajakan. Tujuannya agar dapat dipilih jenis tindakan penghematan pajak yang akan dilakukan. Pada umumnya, penekanan perencanaan pajak (tax planning) adalah untuk meminimalisasi kewajiban pajak. Perencanaan pajak harus memenuhi syarat-syarat berikut: (1) tidak melanggar ketentuan perpajakan, (2) secara bisnis dapat diterima, dan (3) bukti-bukti pendukungnya memadai.
Tahapan Tax Planning, antara lain:
a.       Menganalisis informasi yang ada (analyzing the existing data base)
b.      Membuat satu atau lebih model kemungkinan jumlah pajak (designing one or more possible tax plans)
c.       Mengevaluasi pelaksanaan perencanaan pajak (evaluating a tax plan)
d.      Mencari kelemahan dan memperbaiki kembali rencana pajak (debugging the tax plans)
e.       Memutakhirkan rencana pajak (updating the tax plan)
Dalam melakukan perencanaan pajak (tax planning), Wajib Pajak harus mengikuti perkembangan dan perubahan ketentuan dan peraturan perundang-undangan perpajakan, agar dapat mengetahui apakah cara-cara yang lama masih sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku atau memungkinkan munculnya keuntungan fiskal yang baru adanya perubahan tersebut.