Indeks Harga Saham di Indonesia -->

Header Menu

Indeks Harga Saham di Indonesia

Admin

Accounting Media - Indeks harga saham di Indonesia, dapat dibedakan menjadi empat, yaitu:

1.  Indeks harga saham gabungan ( IHSG)
Menggunakan seluruh saham tercatat sebagai komponen menghitung besarnya indeks.

2.  Indeks LQ45
Intensitas transaksi sekuritas di pasar modal bebeda-beda  menyebabkan perkembangan dan tingkat likuiditas IHSG menjadi kurang mencerminkan kondisi real yang terjadi di bursa efek. Di Indonesia persoalan tersebut dipecahkan dengan menggunakan indeks LQ45.Indeks LQ45 terdiri dari 45 saham di BEI dengan likuiditas yng tinggi dan kapitalisasi pasar yang besar dan lolos seleksi menurut beberapa kriteria pemilihan.

Indeks harga saham lainnya, antara lain :
3.  Indeks Kompas 100
Pada prinsipnya sama dengan LQ45. Dalam hal ini yang dipakai sebagai dasar perhitungan indeks adalah 100 saham teraktif. Secara lebih spesifik, proses pemilihan 100 saham mempertimbangkan frekuensi, nilai transaksi, dan kapitalisasai pasar serta kinerja fundamental dari saham-saham tersebut.

4.  Indeks sektoral
Indeks Sektoral merupakan sub indeks dari IHSG. Indeks sektoral mengguanakan semua saham yang termasuk dalam masing-masing sektor. Semua saham yang tercatat di BEI diklasifikasikan ke dalam 9 sektor menurut klasifikasi industri yang telah ditetapkan BEI yang diberi nama JASICA ( Jakarta Stock exchange industrial Classification)

Perhitungan indeks harga saham gabungan di BEI.
Indeks – indeks di BEI dikeluarkan pertama kali pada tanggal mulai yang disebut hari dasar dengan nilai dasar 100. Untuk menghilangkan faktor-faktor di luar perubahan harga saham, jumlah lembar saham dan nilai dasra selalu disesuaikan bila terjadi aksi-aksi perusahaan. Sealain itu jumlah lembar saham sebagai pembobot dalam perhitungan indeks adalah tidak sama persis dengan jumlah saham yang tercatat di BEI. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan dominasi pergerakan beberapa saham karena jumlah sahamnya yang relatif besar.Dengan demikian, indeks diharapkan dapat benar-benar mencerminkan pergerakan saham.